Wednesday, September 10, 2014

Contoh-contoh Judul Skripsi PAI



CONTOH-CONTOH JUDUL SKRIPSI PAI
1.       Upaya Orang Tua Dalam Meningkatkan Motivasi Anak Dalam Menghafal Al-Qur'an (Kajian Teoritis)
2.       Urgensi Disiplin Mahasiswa Dalam Proses Belajar Untuk Meningkatkan Kualitas Mahasiswa
3.       Konsep Pendidikan Karakter Dalam Tinjauan Al-Qur'an Surat An-Nahl Ayat 90
4.       Kepemimpinan Pengasuh Pesantren Maslakul Huda Putra Kajen Margoyoso Pati
5.       Pendidikan Remaja Usia Pubertas Dalam Perspektif Islam
6.       Efektifitas Metode Demonstrasi Pada Mata Pelajaran Fiqih di MTs Miftahul Umam Pondok Labu Jakarta Selatan
7.       Pentingnya Pendidikan Islam Dalam Membentuk Akhlak Islami Bagi Remaja
8.       Hubungan Pelaksanaan Pendidikan Agama Islam Dengan Kebersihan Lingkungan Sekolah (Survei di SMK Permata Bangsa Bekasi Jawa Barat)
9.       Urgensi Pendidikan Islam Dalam Mengatasi Problematika Remaja       di Era Globalisasi
10.   Implementasi Metode Pembelajaran Bahasa Arab Bagi Kelas VII SMPIT Darul Rahman III Sawangan Depok Jawa Barat
11.   Pengaruh Pembelajaran Bahasa Arab Terhadap Prestasi Belajar Siswa (Studi Kasus di                                   MTs  al-Wathoniyah 4 Jakarta)
12.   Pentingnya Pendekatan Multiple Intelligences dalam Proses Pengajaran di Sekolah: Studi Terhadap Buku "Sekolahnya Manusia" Karya Munif Khatib
13.   Pengaruh Motivasi Keluarga Terhadap Prestasi Belajar Siswa di MTs Al-Wathoniyah Jakarta
14.   Strategi Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Aqidah Akhlak di MTs Hasanatud Darain Klender        Jakarta Timur
15.   Pengaruh Metode Demonstrasi Terhadap Keberhasilan Prestasi Didik Dalam Mata Pelajaran Fiqih di Al-Ihya Pondok Gede Bekasi Jawa Barat
16.   Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Mengimplementasikan Hidup Bersih Pada Siswa SDN 15 Nagri Kaler Purwakarta Jawa Barat
17.   Peranan Orang Tua Dalam Menumbuhkan Kecintaan Remaja Pada Al-Qur'an
18.   Nilai-nilai Pendidikan Akhlak Yang Terkandung Dalam Surat Al-Furqan ayat 63-67
19.   Metodologi Pendidikan Agama Islam:Studi Tentang Ayat-ayat Metafora Sebagai Metode Pengajaran Agama Islam
20.   Efektifitas Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Dalam Pembelajaran Agama Islam
21.   Analisis Nilai-nilai Pendidikan Islam dalam film "My Name is Khan"
22.   Metode Pendidikan Keluarga Bagi Anak Perempuan Dalam Perspektif Islam
23.   Analisis Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Pembinaan Aqidah-Akhlak Siswa:Studi Kasus di SMP N 191 Duri Kepa Jakarta Barat
24.   Urgensi Pendidikan Iman Anak Dalam Keluarga
25.   Konstruksi Pendidikan Islam Dalam Pembentukan Karakter di Sekolah
26.   Studi Perbandingan Konsep Pendidikan Menurut Ibn Miskawaih dan Ibn Khaldun
27.   Metode Active Learning Sebagai Metode Yang Cocok Dalam Pembelajaran Bahasa Arab di Tingkat  SLTP dan SLTA
28.   Konsep Pendidikan Multikultural Dalam Perspektif Gus Dur
29.   Nilai-nilai Shalat Dalam Pembentukan Konsep Diri
30.   Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Komputer Terhadap Prestasi Belajar Siswa: Studi Kasus di SMK Budaya  Jakarta)
31.   Peran Orang Tua Menanamkan Kecintaan Shalat Pada Anak
32.   Hubungan Antara Menghafal Al-Quran Terhadap Prestasi Belajar Siswa di SDIT Al-Ihsan Jakarta Selatan
33.   Sistem Pendidikan Rasulullah Dalam Keluarga
34.   Pengaruh Metode Modification Behaviour Terhadap Prestasi Belajar Siswa (Studi Kasus Siswa Kelas VII A Mts SA Al-Idrus Repaking Wonosegoro Boyolali Tahun 2012/2013)
35.   Tafsir Pendidikan Islam Yang Terkandung Dalam Al-Quran Surat al-Tahrim ayat 6
36.   Pendidikan Akhlak Dalam Perspektif al-Quran (Kajian Tafsir Surat An-Nur ayat 31 dan Al-Ahzab ayat 59)
37.   Metodologi Pendidikan Anak Secara Modern Menurut Perspektif  Islam
38.   Nilai-nilai Pendidikan Islam Bagi Remaja Dalam Buku La Tahzan Karya ‘Aidh Al Qarni
39.   Implikasi Fithrah Manusia Dalam Pendidikan Islam: Kajian Surat Al-Ruum ayat 30
40.   Integrasi Ilmu Agama dan Ilmu Umum Dalam Perspektif Pendidikan Islam

Kajian Skripsi Prodi PAI



KAJIAN SKRIPSI PRODI PAI
1.               Materi PAI: Al-Quran Hadits, Fiqih, SPI, Aqidah Akhlak, Tauhid dll.
2.               Kebijakan PAI: UU, Kurikulum, sejarah dll.
3.               Metode pembelajaran PAI: Ceramah, diskusi, sosiodrama, dll.
4.               Konsep PAI: Urgensi, tafsir tarbawi, hadits tarbawi, tokoh, dll
5.               Guru PAI: Kompetensi, profesionalitas, karakter, peran, kecerdasan, strategi, dll.
6.               Siswa: Pola pikir, keberagamaan (religiusitas), karakter, sikap, kognisi, afeksi, psikomotorik, kecerdasan (IQ, EQ, SQ) dll.
7.               Sekolah: Peran, strategi, upaya, dll.
8.               Keluarga: Peran, upaya, latar belakang (pendidikan, ekonomi), dll.
9.               Orang tua: Peran, upaya dll.
10.           Anak: Karakter, perilaku, kecerdasan (IQ, EQ, SQ) dll.
11.           Remaja: Karakter, perilaku, kecerdasan (IQ, EQ, SQ) dll.
12.           Masyarakat: Peran, upaya, religiusitas, dll.
13.           Media cetak dan elektronik: Peran, urgensi, pengaruh, dampak, dll.
14.           Media sosial: dampak, urgensi, dll.

Friday, September 5, 2014

Definisi Filsafat



DEFINISI FILSAFAT


Istilah filsafat dapat ditinjau dari dua segi, yaitu:
  1. Segi semantik. Kata filsafat berasal dari bahasa Yunani, phliosophia, philo yang berarti cinta dan sophia yang berarti pengetahuan, kebijaksanaan. Jadi philosophia berarti cinta kepada pengetahuan atau kebijaksanaan atau kebenaran. Orang yang cinta kepada pengetahuan disebut juga philosopher dalam bahasa Inggris, failasuf dalam bahasa Arab dan filosof dalam bahasa Indonesia.
  2. Segi praktis. Dilihat dari segi praktisnya, filsafat berarti alam pikiran atau alam berpikir. Berfilsafat artinya beripikir. Namun tidak semua aktivitas berpikir berarti berfilsafat karena berfilsafat adalah berpikir secara mendalam dan sungguh-sungguh. Ada yang mengatakan bahwa setiap manusia adalah filosof. Ini tidak benar seratus persen karena tidak semua manusia yang berpikir adalah filosof. Filosof adalah orang yang memikirkan segala sesuatu  dengan sungguh-sungguh dan mendalam dan filsafat adalah ilmu yang mempelajari dengan sungguh-sungguh dan mendalam hakekat kebenaran segala sesuatu.

Definisi filsafat menurut para filosof
  1. Plato (427-347 SM) mengatakan bahwa filsafat adalah pengetahuan tentang segala yang ada (ilmu pengetahuan yang berminat mencari kebenaran yang asli)
  2. Aristoteles (384-322 SM) mengatakan bahwa filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran yang di dalamnya terkandung ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, dan estetika (filsafat menyelidiki sebab dan asas segala benda)
  3. Marcus Tulius Cicero (106-43 SM), politikus dan ahli pidato Romawi mengatakan bahwa filsafat adalah pengetahuan tentang sesuatu yang maha agung dan usaha-usaha untuk mencapainya.
  4. Immanuel Kant (1724-1804 M), raksasa pikir Barat mengatakan bahwa filsafat itu ilmu pokok dan pangkal segala pengetahuan yang mencakup di dalamnya tiga persoalan pokok yaitu apakah yang dapat kita ketahui? (dijawab oleh metafisika), apakah yang boleh kita kerjakan? (dijawab oleh etika) dan sampai di manakah pengharapan kita? (dijawab oleh antropologi).
  5. Prof. Dr. Fuad Hasan, mantan Mendiknas mengatakan bahwa filsafat adalah sualtul ikhtiar untuk berpikir radikal, artinya mulai dari radiksnya suatu gejala, dari akarnya suatu hal yang hendak dipermasalahkan. Dan dengan jalan penjajakan yang radikal itu filsafat berusaha untuk sampai kepada kesimpulan yang universal.
  6. Drs. Hasbullah Bakry merumuskan filsafat dengan mengatakan bahwa filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai ketuhanan, alam semesta dan manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana hakekatnya sejauh yang dapat dicapai oleh akal manusia dan bagaimana sikap manusia itu seharusnya setelah mencapai pengetahuan itu.
  7. Menurut Harold Titus. Filsafat memiliki 5 (lima) definisi yaitu:
    1. Filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara kritis.
    2. Filsafat adalah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sidkap yang sangat kita junjung tinggi.
    3. Filsafat adalah usaha untuk mendapatkan gambaran secara keseluruhan.
    4. Filsafat adalah analisa logis dari bahasan serta penjelasan tentang arti kata atau konsep.
    5. Filsafat adalah sekumpulan problema yang langsung mendapat perhatian dari manusia dan yang dicarikan jawabannya oleh ahli filsafat (Titus, 1984, 11-14).
  8. Harun Nasution. Intisari filsafat adalah berpikir menurut tata tertib (logika) dengan bebas (tidak terikat pada tradisi, dogma serta agama) dan dengan sedalam-dalamnya sehingga sampai ke dasar-dasar persoalannya. (Filsafat Agama, Bulan Bintang)
  9. Al Kindi. Filsafat itu terbagi menjadi tiga:
    1. Ilmu Pengetahuan Alam (terendah)
    2. Ilmu Matematika (Tingkatan menengah)
    3. Ilmu Ketuhanan (Tingkatan tertinggi)
  10. Al Farabi (w.950 M) Filsafat adalah ilmu tentang hakekat segala sesuatu  atau pengetahuan tentang semua yang ada karena keberadaannya. (al ilmu bil maujudat bima hiya maujudah). Filsafat dibagi 2:
    1. Filsafat teoritis, meliputi matematika, ilmu pengetahuan alam (Fisikaa) dan ilmu metafisika.
    2. Filsafat Praktis, meliputi ilmu akhlak dan filsafat politik.
  11. Ibn Sina. Filsafat ada dua, Teori dan Praktek dengan dasarnya yang terdapat dalam syari’at Tuhan yang penjelasan dan kelengkapannya diperoleh dengan tenaga akal manusia.
  12. Sidi Gazalba. Dari pengertian yang bermacam-macam itu, kita dapat berfilsafat tentang pengertian filsafat.
Dari definisi-definisi di atas nampak bahwa filsafat adalah induk dari segala ilmu. (philosophy is the mother of the sciences).
Dari definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa filsafat adalah ilmu yang mencoba menjawab masalah-masalah yang tidak dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan biasa karena ia berusaha untuk memahami dan mendalami secara radikal hakekat tuhan, hakekat alam semesta dan hakekat manusia serta sikap manusia sebagai konsekuensi dari hasil pendalamannya tersebut.