Wednesday, September 10, 2014

Kajian Skripsi Prodi PAI



KAJIAN SKRIPSI PRODI PAI
1.               Materi PAI: Al-Quran Hadits, Fiqih, SPI, Aqidah Akhlak, Tauhid dll.
2.               Kebijakan PAI: UU, Kurikulum, sejarah dll.
3.               Metode pembelajaran PAI: Ceramah, diskusi, sosiodrama, dll.
4.               Konsep PAI: Urgensi, tafsir tarbawi, hadits tarbawi, tokoh, dll
5.               Guru PAI: Kompetensi, profesionalitas, karakter, peran, kecerdasan, strategi, dll.
6.               Siswa: Pola pikir, keberagamaan (religiusitas), karakter, sikap, kognisi, afeksi, psikomotorik, kecerdasan (IQ, EQ, SQ) dll.
7.               Sekolah: Peran, strategi, upaya, dll.
8.               Keluarga: Peran, upaya, latar belakang (pendidikan, ekonomi), dll.
9.               Orang tua: Peran, upaya dll.
10.           Anak: Karakter, perilaku, kecerdasan (IQ, EQ, SQ) dll.
11.           Remaja: Karakter, perilaku, kecerdasan (IQ, EQ, SQ) dll.
12.           Masyarakat: Peran, upaya, religiusitas, dll.
13.           Media cetak dan elektronik: Peran, urgensi, pengaruh, dampak, dll.
14.           Media sosial: dampak, urgensi, dll.

Friday, September 5, 2014

Definisi Filsafat



DEFINISI FILSAFAT


Istilah filsafat dapat ditinjau dari dua segi, yaitu:
  1. Segi semantik. Kata filsafat berasal dari bahasa Yunani, phliosophia, philo yang berarti cinta dan sophia yang berarti pengetahuan, kebijaksanaan. Jadi philosophia berarti cinta kepada pengetahuan atau kebijaksanaan atau kebenaran. Orang yang cinta kepada pengetahuan disebut juga philosopher dalam bahasa Inggris, failasuf dalam bahasa Arab dan filosof dalam bahasa Indonesia.
  2. Segi praktis. Dilihat dari segi praktisnya, filsafat berarti alam pikiran atau alam berpikir. Berfilsafat artinya beripikir. Namun tidak semua aktivitas berpikir berarti berfilsafat karena berfilsafat adalah berpikir secara mendalam dan sungguh-sungguh. Ada yang mengatakan bahwa setiap manusia adalah filosof. Ini tidak benar seratus persen karena tidak semua manusia yang berpikir adalah filosof. Filosof adalah orang yang memikirkan segala sesuatu  dengan sungguh-sungguh dan mendalam dan filsafat adalah ilmu yang mempelajari dengan sungguh-sungguh dan mendalam hakekat kebenaran segala sesuatu.

Definisi filsafat menurut para filosof
  1. Plato (427-347 SM) mengatakan bahwa filsafat adalah pengetahuan tentang segala yang ada (ilmu pengetahuan yang berminat mencari kebenaran yang asli)
  2. Aristoteles (384-322 SM) mengatakan bahwa filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran yang di dalamnya terkandung ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, dan estetika (filsafat menyelidiki sebab dan asas segala benda)
  3. Marcus Tulius Cicero (106-43 SM), politikus dan ahli pidato Romawi mengatakan bahwa filsafat adalah pengetahuan tentang sesuatu yang maha agung dan usaha-usaha untuk mencapainya.
  4. Immanuel Kant (1724-1804 M), raksasa pikir Barat mengatakan bahwa filsafat itu ilmu pokok dan pangkal segala pengetahuan yang mencakup di dalamnya tiga persoalan pokok yaitu apakah yang dapat kita ketahui? (dijawab oleh metafisika), apakah yang boleh kita kerjakan? (dijawab oleh etika) dan sampai di manakah pengharapan kita? (dijawab oleh antropologi).
  5. Prof. Dr. Fuad Hasan, mantan Mendiknas mengatakan bahwa filsafat adalah sualtul ikhtiar untuk berpikir radikal, artinya mulai dari radiksnya suatu gejala, dari akarnya suatu hal yang hendak dipermasalahkan. Dan dengan jalan penjajakan yang radikal itu filsafat berusaha untuk sampai kepada kesimpulan yang universal.
  6. Drs. Hasbullah Bakry merumuskan filsafat dengan mengatakan bahwa filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai ketuhanan, alam semesta dan manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana hakekatnya sejauh yang dapat dicapai oleh akal manusia dan bagaimana sikap manusia itu seharusnya setelah mencapai pengetahuan itu.
  7. Menurut Harold Titus. Filsafat memiliki 5 (lima) definisi yaitu:
    1. Filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara kritis.
    2. Filsafat adalah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sidkap yang sangat kita junjung tinggi.
    3. Filsafat adalah usaha untuk mendapatkan gambaran secara keseluruhan.
    4. Filsafat adalah analisa logis dari bahasan serta penjelasan tentang arti kata atau konsep.
    5. Filsafat adalah sekumpulan problema yang langsung mendapat perhatian dari manusia dan yang dicarikan jawabannya oleh ahli filsafat (Titus, 1984, 11-14).
  8. Harun Nasution. Intisari filsafat adalah berpikir menurut tata tertib (logika) dengan bebas (tidak terikat pada tradisi, dogma serta agama) dan dengan sedalam-dalamnya sehingga sampai ke dasar-dasar persoalannya. (Filsafat Agama, Bulan Bintang)
  9. Al Kindi. Filsafat itu terbagi menjadi tiga:
    1. Ilmu Pengetahuan Alam (terendah)
    2. Ilmu Matematika (Tingkatan menengah)
    3. Ilmu Ketuhanan (Tingkatan tertinggi)
  10. Al Farabi (w.950 M) Filsafat adalah ilmu tentang hakekat segala sesuatu  atau pengetahuan tentang semua yang ada karena keberadaannya. (al ilmu bil maujudat bima hiya maujudah). Filsafat dibagi 2:
    1. Filsafat teoritis, meliputi matematika, ilmu pengetahuan alam (Fisikaa) dan ilmu metafisika.
    2. Filsafat Praktis, meliputi ilmu akhlak dan filsafat politik.
  11. Ibn Sina. Filsafat ada dua, Teori dan Praktek dengan dasarnya yang terdapat dalam syari’at Tuhan yang penjelasan dan kelengkapannya diperoleh dengan tenaga akal manusia.
  12. Sidi Gazalba. Dari pengertian yang bermacam-macam itu, kita dapat berfilsafat tentang pengertian filsafat.
Dari definisi-definisi di atas nampak bahwa filsafat adalah induk dari segala ilmu. (philosophy is the mother of the sciences).
Dari definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa filsafat adalah ilmu yang mencoba menjawab masalah-masalah yang tidak dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan biasa karena ia berusaha untuk memahami dan mendalami secara radikal hakekat tuhan, hakekat alam semesta dan hakekat manusia serta sikap manusia sebagai konsekuensi dari hasil pendalamannya tersebut.

What is Filsafat



















Definisinya: Secara etimologis berasal dari bahasa Yunani, Philo yang berarti cinta 
dan Sophia yang berarti pengetahuan 



atau kebijaksanaan. Secara praktis, ilmu yang mempelajari dengan sungguh-sungguh
dan mendalam hakekat kebenaran




segala sesuatu.


























Perkembangannya: Pada mulanya filsafat diakui sebagai induk ilmu pengetahuan.






Kemudian karena perkembangan jaman, ketika banyak problem yang tidak bisa
dijawab lagi oleh filsafat





lahirlah ilmu pengetahuan yang sanggup memberi jawaban terhadap
problem-problem tersebut. 




















Hubungannya dengan Ilmu pengetahuan: Filsafat berbicara mengenai
ilmu pengetahuan dan bukannya di dalam 





ilmu pengetahuan. Filsafat mempersoalkan istilah-istilah terpokok
dari ilmu pengetahuan dengan suatu cara 
Filsafat


yang berbeda, di luar tujuan dan metode ilmu pengetahuan.







Perbedaannya dengan ilmu: Filsafat memandang segala sesuatu sebagai
satu kesatuan yang belum dipecah-pecah dan 




membahasnya secara keseluruhan. Sedangkan ilmu memfokuskan penelitiannya
pada satu hal dari alam ini.



















Cabang-cabangnya: Metafisika, Logika, Etika, Estetika, Epistemologi, dan lain-lain.*)


















Manfaatnya: 1. Filsafat itu mendidik dan membangun diri kita dengan cara
berpikir lebih mendalam






2. Filsafat memberikan kebiasaan dan kepandaian untuk memecahkan
persoalan-persoalan dalam hidup sehari-hari




3. Filsafat memberikan pandangan yang luas, membendung akuisme
dan akusentrisme






4. Filsafat melatih berpikir kritis menyelidiki apa yang dikemukakan orang,
untuk mencari kebenaran.


*)












Metafisika: filsafat tentang hakekat yang ada di balik fisika, hakekat yang bersifat transenden,
di luar jangkauan pengalaman manusia.


Logika: filsafat tentang pikiran yang benar dan yang salah.







Etika: Filsafat tentang perilaku yang baik dan buruk








Estetika: Filsafat tentang kreasi yang baik dan buruk








Epistemologi: filsafat tentang ilmu pengetahuan.







Wednesday, September 3, 2014

Silabus Sejarah Peradaban Islam


Mata Kuliah
:
Sejarah Peradaban Islam
Kode
:
MKK
Bobot SKS
:
3 SKS
Jurusan
:
Tarbiyah
Program Studi
:
Pendidikan Agama Islam (PAI)
Semester
:
III (Tiga)
Mata Kuliah Prasyarat
:

Pengajar
:
H. Aip Aly Arfan, MA.

Standar Kompetensi
:
Setelah mengikuti perkuliahan diharapkan mahasiswa memiliki kemampuan dalam menjelaskan gambaran sejarah peradaban Islam sepanjang sejarah dan memberikan solusi atau pemecahan alternatif bagi kemajuan peradaban Islam di masa mendatang.

Kompetensi Dasar
:
1.         Menjelaskan definisi Sejarah Peradaban Islam.
2.         Menjelaskan dinamika politik, sosial dan keagamaan serta ilmu pengetahuan sepanjang sejarah peradaban Islam.
3.         Menganalisa latar belakang dan sebab-sebab yang mengakibatkan maju dan mundurnya peradaban Islam sepanjang sejarah.
4.         Memberikan solusi atau pemecahan alternatif bagi kemajuan peradaban Islam di masa mendatang.

Indikator
:
1.         Mahasiswa mampu menjelaskan definisi Sejarah Peradaban Islam.
2.         Mahasiswa mampu menjelaskan dinamika politik, sosial dan keagamaan serta ilmu pengetahuan sepanjang sejarah peradaban Islam.
3.         Mahasiswa mampu menganalisa latar belakang dan sebab-sebab yang mengakibatkan maju dan mundurnya peradaban Islam sepanjang sejarah.
4.         Mahasiswa mampu memberikan solusi atau pemecahan alternatif bagi kemajuan peradaban Islam di masa mendatang.

Deskripsi Mata Kuliah
:
Mata kuliah ini adalah Mata kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK) yang berbobot 2 SKS yang memberikan pengetahuan kepada mahasiswa tentang hadis-hadis yang berkaitan dengan pendidikan.

Materi Pokok Perkuliahan
:
1.       Kontrak Perkuliahan
2.       Peradaban Arab sebelum Islam
3.       Peradaban Islam masa Rasul dan Khulafaurrasyidin
4.       Politik Islam pada masa Bani Umayyah
5.       Ekonomi Islam pada masa Bani Umayyah
6.       Ilmu pengetahuan Islam pada masa Bani Umayyah
7.       Politik Islam pada masa Bani Abbasiyah
8.       Ekonomi Islam pada masa Bani Abbasiyah
9.       Ilmu pengetahuan Islam pada masa Bani Abbasiyah
10.   Peradaban Islam pada masa Turki Usmani
11.   Peradaban Islam pada masa Dinasti Shafawiyah
12.   Peradaban Islam pada masa Dinasti Mughal
13.   Peradaban Islam di Spanyol


Pendekatan Pembelajaran
:
1.      Presentasi
2.      Diskusi kelompok
3.      Tanya jawab
4.      Evaluasi dan penugasan



Penilaian
:
Penilaian diperoleh dari aspek-aspek:
1. Tugas         : 25 %
2. Kehadiran  : 25 %
2. Midtes        : 25 %
3. UAS           : 25 %
    Total      : 100%

Buku Sumber
:
Referensi:
1.      Muhammad Ash-Shalabi, Ali. Bangkit & Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2004.
2.      Nasution, Harun. Islam Ditinjau dari berbagai Aspeknya. Jilid I, cetakan kelima. Jakarta: UI Press, 198.
3.      Sou’yb, Joesoef. Sejarah Daulat Khulafaur Rasyidin. Jakarta: Bulan Bintang, 1972
4.      Sou’yb, Joesoef. Sejarah Daulat Umayyah. Jakarta: Bulan Bintang, 1977.
5.      Sou’yb, Joesoef. Sejarah Daulat Abbasiah. Jakarta: Bulan Bintang, 1977.
6.      Stryzewska, Bojena Gajane. Tarikh al-Daulat al-Islamiyah. Beirut: Al Maktab Al-Tijari, tanpa tahun.
7.      Suyuthi, Imam. Tarikh Khulafa. Jakarta: Pustaka Al Kautsar, 2006.
8.      Syalabi, A. Sejarah dan Kebudayaan Islam, Jilid I. Jakarta: Pustaka Alhusna, 1987, cet. V.
9.      Watt, W. Montgomery. Kejayaan Islam: Kajian Kritis dari Tokoh Orientalis. Yogyakarta: Tiara Wicana Yogya, 1990.
10.  Yatim, Badri. Sejarah Peradaban Islam, Dirasah Islamiyah II, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2006.






Mengetahui,                                                                    Jakarta, 2 September  2014
Ketua Prodi                                                                   Dosen Pengampu Mata Kuliah,




H. Aip Aly Arfan, MA.                                                H. Aip Aly Arfan, MA.